Jumat, 26 Juli 2013

Mungkin Terlalu Berharap

Mungkin Terlalu Berharap...

                Hai vira masih tetep kan? Yakan? Benerkan? Rasanya semua terjadi begitu cepat, kita berkenalan lalu merasakan perasaan yang aneh. Setap hari rasanya beda. Kamu hadir membawa banyak perubahan dalam hariku. Seakan kamu yang mengendalikan fungsi otakku. Aku menjadi takut kehilangan kamu. Aku sulit jauh darimu. Salahkan jika kamu aku nomorsatukan?
                Tapi entah kenapa sikapmu ngga seperti sikapku? Perhatianmu ngga sedalam perhatianku? Tatapan matamu ngga setajam tataapan mataku? Apa ada kesalahan dariku? Apa kamu sekarang merasakan apa yang aku rasakan?
                Kamu mungkin belum terlalu paham dengan perasaanku. Apa dosa jika aku sering meneteskan air mata untukmu? Aku selalu merasa kehilangan kamu sampai sekarang. Kamu pergi tanpa meminta izin. Hmm minta izin? Memang aku ini siapamu? Kekasihmu? Bukan lagi. Hadir dalam mimpimu saja aku sudah bersyukur. Apalagi bisa kembali padamu.mungkinkah? Bisakah?
                Janjimu terlalu banyak, hingga aku lupa menghitung mana saja yang belum kamu tepati. Lihat aku yang hanya diam dan membisu. Tatap aku yang menyayangimu tulus  namun kamu hempaskan begitu saja. Seberapa tidak pentingnya aku? Apa aku hanya persimpangan jalan yang selalu kamu abaikan dan kamu tinggalkan? Apa aku ngga berharga? Apa aku hanya boneka yang selalu ikut aturanmu? Dimana letak hatimu?
                Aku ngga bisa bicara banyak, dan juga ngga ingin mengutarakan semua yang udah terjadi. Aku ngga berhak berbicara tentang cinta. Aku ngga mungkin bisa berkata rindu. Aku ngga bisa apa-apa selain hanya memandangimu dan membawa namamu dalam percakapan panjangku dengan Tuhan.
                Apa aku ngga pantas bahagia bersamamu? Hmm kurasa terlalu banyak pertanyaan. Aku muak sendiri. Aku masih menyayangimu yang belum terntu juga masih menyayangiku. Aku sudah bukan siapa-siapa lagi di matamu dan aku ngga akan pernah jadi siapa-siapa lagi. Sebenarnya aku masih pingin tau dimana aku letakan hatiku yang selama ini aku kasih ke kamu? Tapi kurasa kamu enggan menjawab. Siapa lagi seseorang yang beruntung telah memiliki kamu?
                Hmm kurasa benar mungkin aku terlalu banyak berharap. Aku yang ngga menyadari dimana posisiku dan letakmu yang sungguh jauh dari genggaman tangan. Entah ini tulus apa bodoh!.
                Tenanglah ngga perlu memperhatikanku lagi, aku terbiasa tersakiti kok. Ngga perlu basa-basi aku bisa sendiri kok. Daaan kamu pasti ngga sadar, aku bohong jika aku bisa begitu mudah melupakanmu.
                Menjauhlah, aku hanya ingin dekat-dekat dengan kesepian aja, disana lukaku terobati, disana ngga kutemu orang sepertimu, yang dengan mudah berganti-ganti topeng. Tau ah.....

1 komentar: