Merelakan ?
“Kita bakal tersenyum kalo orang yang kita cintai
juga tersenyum bahagia. Entah dengan siapapun. Tetapi kebahagiaannya adalah kebahagiaan
kita (orang yang mencintainya). Yaaaaaah walau senyum dan kebahagiaannya harus
dengan orang yang dia cintai dan orang yang dia cintai itu bukan kita”
Mungkin kata-kata itu bohong, munafik. Bagaimana mungkin kita bisa ngerelain orang yang kita cintai dengan orang lain. Pasti sakit. Mungkin hati kita akan hancur. Saat tau kebahagiaan yang di cari adalah bukan dengan kita.
Saat dia masih dengan orang yang di cintai, lihat dia. Mungkin wajah sedihnya akan lenyap dengan kebahagiaan yang dia hasilkan berdua dengan seseorang. Senyumnya, wajahnya, matanya seolah-olah mengisyaratkan “ini loh kebahagiaan yang aku cari”. Dan saat kamu lihat wajah bahagianya, aku yakin kamu pasti melupakan dengan siapa dia sekarang. Dan aku yakin pasti wajahmu ikut tersenyum melihatnya (yaa walaupun miris). Ketauhilah, kebahagiaannya adalah kebahagiaan mu, dan kebahagiaan mu bukan kebahagiaanya.
Saat dia ngga lagi dengan orang yang di cintai. Tatap matanya dalam-dalam, lihat perubahan dari dirinya. Lihat wajahnya yang lekat dengan kesedihan. Tarik nafas dalam-dalamm lihat tubuhnya, pikirkan perubahan itu, dan tutup matamu sejenak. Dan kamu akan dapati pipimu yang basah dengan air mata. Aku yakin bahwa hatimu terucap “Cari kebahagiaanmu. Aku rela walaupun kebahagiaan itu bukan dengan aku. Karena aku ngga mampu lihat dirimu yang sekarang ini. Aku rindu dengan senyum di wajah yang katamu tampan itu. Cari seseorang yang bisa kamu ajak untuk mengukir kebahagiaan di setiap lembar kehidupanmu itu. Berjuanglah. Disini, aku mendukungmu. Walau sedikit perih sih”
Dengan ngga sadar, kamu sudah merelakan dia. Mencintai seseorang adalah hak mu, tapi memiliki dirinya bukan sepenuhnya dari hakmu. Relakan dia, demi mencari kebahagiaan. Kan kebahagiaannya itu untuk kamu. Dia pingin lihat kamu bahagia dengan cara lain. Dan cintai dia sekuat raga hatimu. “Percayalah, dia akan selalu ada dalam hatimu jika kamu tetap mencintainya”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar